
SEJARAH KOTA SURAKARTA Sejarah kota Surakarta dimulai pada masa pemerintahan Raja Paku Buwono II di Kraton Kartosuro. Pada masa itu terjadi pemberontakan Mas Garendi (Sunan Kuning) dibantu oleh kerabat-kerabat Keraton yang tidak setuju dengan adanya kerjasama dengan Belanda. Pangeran Sambernyowo (RM. Said) adalah salah satu pendukungnya yang merasa kecewa karena daerah Sukowati yang dulu diberikan oleh Keraton Kartosuro kepada Ayahandanya dipangkas. Karena terdesak, Pakubowono mengungsi kedaerah Jawa Timur (Pacitan dan Ponorogo) Dengan bantuan Pasukan Kompeni dibawah pimpinan Mayor Baron Van Hohendrof serta Adipati Bagus Suroto dari Ponorogo, pemberontakan berhasil dipadamkan. Setelah Keraton Kartosuro hancur, Paku Buwono II memerintahkan Tumenggung Tirtowiguno, Tumenggung Honggowongso, dan Pangeran Wijil untuk mencari lokasi ibu kota Kerajaan yang baru. ada tahun 1745, dengan berbagai pertimbangan fisik dan supranatural. Paku Buwono II memilih desa Sala -sebuah desa di tepi sungai Bengawan Solo- sebagai daerah yang terasa tepat untuk membangun istana yang baru. Sejak saat itulah, desa Sala segera berubah menjadi Surakarta Hadiningrat. BANGUNAN-BANGUNAN KUNO Dua dari kelompok khasanah tersebut (arsitektur tradisional dan peninggalan kolonial) menjadi pusat perhatian dalam perwujudan identitas kota Surakarta. Konservasi merupakan pokok istilah dari kegiatan pelestarian bangunan, yaitu segala bentuk intervensi fisik yang perlu dilakukan untuk menjaga ketahanan/keutuhan struktur mulai yang paling mudah hingga perlakukan yang paling radikal (Historic Preservation). Pelestarian bangunan sebagai warisan masa lalu menjadi sangat penting karena dengan demikian proses perubahan serta perkembangan kota akan terjadi secara alamiah, berurutan tanpa harus kehilangan masa lalu yang dapat dijadikan cermin untuk pembangunan masa depan. Simbolisme Arsitektur adalah pengejawantahan yang jujur dari tata cara kehidupan masyarakat dan cerminan sejarah suatu tempat, sehingga Arsitektur dapat berfungsi sebagai penyambung babakan sejarah masa kini, masa datang dan masa lampau. Pelestarian bangunan kuno juga menjamin variasi dalam bangunan kota. Walaupun demikian, pelestarian tetap terkait oleh berbagai pertimbangan yang bersifat estetis, strategis, ekonomis dan simbolis, serta beberapa kriteria Pelestarian seperti yang tercantum dalam Pengantar Perencanaan Kota, yaitu berdasarkan nilai estetika, kejamakan, kelangkaan, peranan sejarah, memperkuat kawasan di dekatnya, serta keistimewaan karena merupakan bangunan berpredikat paling (paling tua, paling besar, paling panjang dsb.) SRIWEDARI Salah satu obyek wisata lain yang terkenal adalah Sriwedari. Taman ini selain menyuguhkan kesian wayang orang setiap malam, juga dilengkapi sarana permainan anak yang cukup representatif. Disekitarnya terdapat Pujasari (Komplek jajanan sarwo asri) yang menghidangkan makanan berbagai ragam dan toko-toko cinderamata. MUSEUM RADYO PUSTOKO Museum ini dibangun pada tahun 1890 oleh Kanjeng Adipati Sosrodiningrat IV.. dalam Museum ini disimpan benda - benda kuno yang mempunyai nilai sejarah tinggi seperti keris, gamelan, arca, keramik dan lainnya.Museum ini juga mempunyai koleksi buku -buku kesusastraan dalam bahasa Jawa dan Belanda. TAWANGMANGU Salah satu tempat menarik lainnya yang berada tidak jauh dari Solo adalah Tawangmangu. Tawangmagu merupakan daerah wisata yang berada di kaki gunung lawu. Letaknya yang berada kurang lebih 1000 meter di atas permukaan laut, memberikan kesegaran tersendiri bagi yang ingin beristirahat dari rutinitas sehari-hari.Pamandangan alam di tempat ini sangat menarik, udara di Tawangmangu sejuk karena merupakan daerah pegunungan. Dengan adanya tempat-tempat penginapan dan villa yang disewakan sebagai tempat untuk beristirahat, maka pengunjung dapat menginap disana dan menikmati udara segar disana. Tempat pariwisata yang terkenal di daerah ini adalah air terjun yang bernama Grojokan Sewu. Dalam perjalanan menuju air terjun, kita dapat melihat alam, ditempat ini juga banyak monyet yang hidupnya di pohoh-pohon secara bebas. Bila anda mempunyai jiwa petualang, anda dapat melakukan pendakian alam dan melihat dari dekat puncak gunung lawu atau melihat tumbuhnya bunga aidelwes. Bila anda ingin memiliki bunga ini, di daerah tawangmangu dijual beberapa batang bunga aidelwes. KRATON KASUNANAN Berupa upaya maksimal untuk peningkatan efektivitas dan efisiensi kerja di Pemerintah serta mengarah kepada perwujudan kepemerintahan yang baik. " Pembentukan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) yang dievaluasi terus menerus " Gerakan disiplin pegawai yang dilakukan melalui apel pagi dan sore " Penegakan hukum dan disiplin kepegawaian " Pengembangan kemitraan dengan masyarakat seperti keikutsertaan dalam strategi Pembangunan Kota (SPK) yang dikelola bersama UMA BUILD, Perguruan Tinggi dan LSM " Kegiatan penyusunan dan monitoring pelaksanaan SOT PURO MANGKUNEGARAN Puro Mangkunegaran didirikan oleh Raden Mas Said (Pangeran Sambernyowo) pada tahun 1757 setelah penandatanganan perundingan Salatiga pada tanggal 13 Maret. Selain simbol pusat budaya, didalam Puro juga terdapat Musium yang menyimpan benda bersejarah dengan nilai seni tinggi seperti perhiasan untuk menari dari emas murni, topeng berbagai daerah, dan gamelan. TAMAN JURUG Sebuah Taman Rekreasi yang terletak ditepi sungai Bengawan solo. Selain habitat hewan, taman rekreasi ini dilengkapi juga dengan fasilitas hiburan yang cukup representative, seperti aquarium raksasa dan bangunan pertunjukan seni keroncong. LETAK GEOGRAFIS Kota Solo terletak di dataran rendah dengan ketinggian kurang lebih 92 meter diatas permukaan air laut, yang berarti lebih rendah atau hampir sama tingginya dengan permukaan sungai Bengawan Solo. Selain Bengawan Solo dilalui juga beberapa sungai, yaitu Kali Pepe, Kali Anyar dan Kali Jenes yang semuanya bermuara di Bengawan Solo. Kota Surakarta terletak diantara : 110 45' 15"- 110 45'35" Bujur Timur, 70 36' - 70 56' Lintang Selatan. BATAS WILAYAH Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar. KEADAAN CUACA Kota Solo mempunyai suhu udara maksimum 32,4 C dan suhu udara minimum 21,6 C. Sedangkan tekanan udara rata-rata adalah 1008,74 mbs dengan kelembaban udara 79 %. Kecepatan angin berkisar 4 knot dengan arah angin 188 serta beriklim panas. PENDUDUK Jumlah penduduk Kota Surakarta pada tahun 2003 adalah 552.542 jiwa terdiri dari 270.721 laki-laki dan 281.821 wanita, tersebar di lima kecamatan yang meliputi 51 kelurahan. Sex ratio nya 96,06% yang berarti setiap 100 orang wanita terdapat 96 orang laki-laki. Angka ketergantungan penduduk sebesar 66%. Jumlah penduduk tahun 2003 jika dibandingkan dengan jumlah penduduk hasil sensus tahun 2000 yang sebesar 488.834 jiwa, berarti dalam 3 tahun mengalami kenaikan sebanyak 83.708 jiwa. Meningkatnya jumlah penduduk ini disebabkan oleh urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi. KESEHATAN Derajad kesehatan penduduk merupakan salah satu indikator kualitas SDM. Indikator utama derajad kesehatan penduduk adalah angka harapan hidup, angka kematian bayi lahir (AKB) dan angka kematian ibu melahirkan (AKI). Angka rata-rata harapan hidup 68 tahun bagi pria dan 72 tahun bagi wanita. Angka kematian bayi lahir (AKB) 18,35 per seribu kelahiran dan angka kematian ibu melahirkan (AKI) 11 per seribu kelahiran. Selain itu status gizi baik telah mencapai 91,8 %. Meningkatnya angka harapan hidup serta rendahnya AKB dan AKI tersebut mencerminkan keberhasilan program kesehatan dan gizi daerah. Kondisi ini sangat kondusif bagi kelangsungan pembangunan pada era otonomi daerah. SEKATEN Sekaten adalah upacara tradisional yang diselenggarakan setiap tahun pada bulan Maulud untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad. Sejarah sekaten dimulai sejak lebih 500 tahun yang lalu, untuk pertamakalinya pada tahun 1478 pada masa pemerintahan Kerajaan Demak. Puncak acara dari perayaan Sekaten adalah keluarnya sepasang gunungan dari Mesjid Agung seusai didoakan oleh ulama Kraton. Masyarakat percaya bahwa siapapun yang mendapatkan gunungan tersebut, biarpun sedikit akan dikaruniai kebahagiaan dan kemakmuran. Menjelang dibukanya Sekaten diadakan pesta rakyat yang berlangsung selama dua minggu. SYAWALAN Perayaan syawalan dimulai 1 hari setelah Hari Raya Idul Fitri, diselenggarakan di Taman Jurug yang terletak di tepi sungai Bengawan Solo. Ribuan orang menghadiri perayaan ini untuk memperoleh ketupat yang dibagikan. Berbagai pertunjukan tradisional diselenggarakan seperti dangdut, keroncong dan seni-seni tradisional lain. SURO Setiap 1 Suro diadakan kirab pusaka di Puro Mangkunegaran yang dimulai pukul 19.00, sedangkan di Kraton Surakarta kirab pusaka dimulai pada pukul 24.00. Barisan terdepan Kirab Pusaka Kraton Surakarta adalah kerbau bule keramat yang disebut Kyai Slamet, yang kemudian diikuti para abdi dalem dan prajurit Kraton. Upacara ini telah berlangsung selama lebih dari 250 tahun, berawal pada tahun 1633 ketika kerajaan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung, salah satu raja Jawa yang paling populer. TARIAN Seni Tari yang ada di wilayah Surakarta sangatlah beragam dan mempunyai tingkatan-tingkatan. Tarian-tarian yang ada mempunyai karakteristik yang halus. Untuk tari yang berkembang di kalangan kraton adalah tari bedoyo srimpi. Tari ini diajarkan turun temurun untuk para penghuni istana atau abdi dalem kraton. KETOPRAK Merupakan sebuah drama yang dipadukan dengan unsur tari, biasanya alur cerita diambil dari sejarah atau kisah-kisah yang ada dalam cerita rakyat. WAYANG KULIT Merupakan sebuah pertunjukan drama boneka. hampir sama dengan ketoprak, perbedaannya terletak dari pemain-pemainnya yang terdiri dari boneka-boneka yang terbuat dari kulit binatang yang di bentuk menjadi karakter-karakter yang unik. Boneka-boneka ini mempunyai karakter-karakter yang berbeda-beda, dan seorang dalang atau orang yang mengerakan boneka harus dapat memainkan dengan baik. Wayang kulit biasanya dimainkan semalam suntuk atau kurang lebih sejak pukul 9 malam sampai pukul 5 pagi. Kesenian ini merupakan warisan budaya nenek moyang dan masih diminati banyak generasi muda pada saat iniKisah-kisah yang diceritakan dalam wayang kulit ini diangkat dari kisah-kisah buku mahabarata. kisah yang paling populer dan sering diangkat adalah kisah Rama Shinta. KAIN BATIK Kain batik merupakan salah satu hasil kerajinan di Surakarta yang menjadi ciri khas kota ini. Dengan gambar dan motif klasik, menjadikannya terkenal di pasaran internasional. Kain batik ini dulunya mempunyai teknik pembuatan yang sangat rumit. Mulai dari pembuatan pola, penutupan dan pewarnaan dilakukan berulang-ulang hingga mendapat hasil yang diinginkan. proses penutupan kain dengan bahan malam atau semacam bahan lilin agar pori-pori kain tidak terwarnai. Alat yang digunakan untuk proses penutupan adalah canting, anglo atau kompor dan wajan kecil untuk memanasi malam. Di Surakarta terdapat berbagai macam jenis batik. Berikut adalah cOntoh gambar beberapa jenis batik : Batik surakarta: batik : batik asli Surakarta batik antik kraton Surakarta batik pantai kraton Surakarta : daster batik Surakarta batik saerah Surakarta batik putri Solo batik "kelelawar" Surakarta MACAM-MACAM BATIK Di Surakarta terdapat berbagai macam jenis batik. beberapa gambar batik yang ada : jenis batik antara lain : Batik surakarta, batik asli Surakarta, batik antik kraton Surakarta, batik pantai kraton Surakarta, daster batik Surakarta, batik saerah Surakarta, batik putri Solo, batik "kelelawar" Surakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar